feature-top

Rumah

Menjadi lunak untuk pulang
Memilih keras untuk bertahan
Semakin keras membuat pulang
Memilih diam, membuat betah
Itulah rumah
Tiada tempat yang lebih indah
Tiada tempat yang membuat nyaman
Mereka berperang
Mereka berselisih
Namun rumah selalu jadi tempat untuk pulang
Setiap kita punya rumah
Tergantung rumah apa yang dipilih
Memilih,
membuat diam, menjadi patuh
Membuat lunak, menjadi teguh
Namun, semua menjadi utuh
Ketika rumah, menjadi tempat membuat butuh

*

Singgah tapi tak sungguh

Sunyi di minggu
Bersemayam menanti rindu
Duduk santai untuk tetap teguh
Sekali berdiri untuk memastikan tak runtuh
Pandangan kosong tuk melatih rindu
Biar diri tak merasa malu
Kau yang tiap minggu ditunggu
Tuk lengkap bersama tubuh
Namun, kabarpun tak pernah kau beritahu
Apalagi langkah kaki yang ditunggu-tunggu
Kini diri merasa runtuh
Karena minggu-minggu tak pernah kau titip rindu
Apalagi datang membuka pintu
Kini diri berdiri dari kursi kayu
Lepas dari rindu
Untuk tetap utuh
Kini diri bersemayam dihari rabu
Berharap Minggu berbeda dengan hari rabu
Namun semua terasa haru
Ketika semua terasa tabu
Minggu dan Rabu
Tetap membuat diri enggan tuk berlabuh
Kau yang singgah tapi tak sungguh
Membuat diri tak bersungguh
Dengan apa yang ada ditubuh

Penulis: Awan Ilmiah (Mahasiswa Psikologi UNM dan Pegiat Literasi di Stimulus Paradigma)