Wed, 28 Feb 2024
Ceritakanaja / Dec 15, 2020

Ayo Sekolah

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia." Nelson Mandela Ini kutipan dari seorang mantan Nara pidana, dan mantan presiden Afrika Selatan, iya beranggapan bahwa pendidikan merupakan hal yang amat primer untuk merubah tatanan dunia.

Menjelang kondisi bangsa yang ada, di sebuah lapisan masyarakat, begitu banyak upaya agar seluruh anak indonesia dapat mengenyam pendidikan. Penjelasan UUD 1945 Sudah sangat paten bagaimana agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita harus sadar, bahwa jembatan untuk menuju segala hal adalah pendidikan, betapa buruknya generasi ketika tidak berjabat tangan dengan pendidikan.

Belajar dari sejarah yang ada dalam buku Ahmad Mansyur Suryanegara "Api Sejarah" Terbit tahun 2009 Menjelaskan bahwa sangat besar upaya para pahlawan dahulu untuk bagaimana membudayakan sebuah pendidikan. HOS Cokroaminoto mislanya dengan semangat mendidik pemuda-pemuda pada saat itu.

Soekarno, semaun,musso, dan masih banyak lainnya yang menjadi bukti, bahwa pemimpin Sarekat Islam tersebut sangat berantusias untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Lain lagi halnya dengan seorang pendiri Perguruan Taman siswa Ki Hajar Dewantara, bagaimana upaya beliau membuat taman Siswa dengan keterbatasan yang ada hanya untuk membuat anak-anak pribumi dapat mengenyam pendidikan seperti anak penjajah dan anak priai lainnya.

Kemudian sosok Ibu Kartini dengan sekolah perempuannya, membikin perempuan-perempuan menjadi lebih terang, mengajarkan dan mendidik perempuan Indonesia untuk melakukan kegiatan yang efektif, seperti menjahit, menyulam, dan sebagainya. Ini merupakan fakta sejarah yang harus di tela'a oleh pemimpin bangsa, agar kiranya pendidikan di Indonesia menjadi seperti batu asahan yang terus mengasah SDM yang ada di negara tercinta ini.

Indonesia negara yang berkembang, merupakan negara yang memiliki penduduk terbesar ke 4 dunia, seperti yang di ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tantangan dan peluang bonus demografis, hal ini menjadi tanggung jawab masyarakat Indonesia khusus nya pemerintah untuk menyuplai segala bentuk pendidikan kepada pemuda calon generasi bangsa kedepannya. Agar bonus demografis tersebut menjadi peluang yang bisa di manfaatkan kedepannya.

Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang kaya akan SDA. Nah, pendidikan merupakan investasi SDM sangat fundamental yang akan berperan aktif untuk melakukan perubahan kedepannya. generasi emas tercipta dari asupan pendidikan yang baik, harapan besar masyarakat menitikberatkan di pundak pemangku kebijakan agar kiranya, mengatur sebaik mungkin sistem pendidikan yang ada di sekolah-sekolah, khususnya sekolah di pelosok.

Namun fakta yang terjadi, dan fakta tersebut tidak bisa di munafik kan bahwa banyaknya anak yang masih tertinggal di dunia pendidikan, pemerintah hanya fokus di bagian kota, tanpa melirik ke pelosok kota, di pelosok sana bukan hanya kayu jati yang banyak, bukan hanya mineral berharga yang tersebar luas, bukan hanya minyak bumi yang mengalir deras, di pelosok sana banyak juga anak yang tertinggal di dunia pendidikan.

Hari ini, di negara Indonesia tercinta mendadak angkasa berubah menjadi kelabu akibat covid19. Pendidikan salah satu korbannya. Sekolah-sekolah di liburkan, siswa maupun mahasiswa di tuntut untuk belajar online melalui telepon seluler maupun laptop.

Teknologi salah satu jawabannya ketika murid dan guru tidak dapat bertatap.Timbul sebuah pertanyaan, bahwa bagaimana anak di pelosok untuk melakukan proses belajar mengajar di tengah covid19? Jangankan alat komunikasi, jaringan saja mereka belum akses, sebuah pertanyaan yang memungkinkan hati sedikit bersedih untuk menjawabnya, namun sudah menjadi realita di negara tercinta ini.

Dengan hadirnya berbagai permasalahan penyelenggaran pendidikan di daerah pelosok, seharusnya masalah pelayanan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melainkan juga menjadi tanggung jawab masyarakat luas, melalui berbagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi lainnya yang bisa terlibat dalam membantu mengatasi berbagai kekurangan layanan pendidikan di daerah pelosok.

Sebab pendidikan juga mengakibatkan kualitas masyarakat Indonesia jauh lebih tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun karakter bangsa dan faktor untuk menggerakkan perekonomian agar lebih baik suatu bangsa. Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dibutuhkan di kota-kota besar, tetapi juga di pelosok desa-desa.

Jikalau kualitas pendidikan dapat di tingkatkan melalui dukungan dari seluruh elemen masyarakat, maka tidak hanya kuantitas yang besar melainkan kualitas kesejahteraan masyarakat pun lebih baik sehingga mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia yang lebih baik.

Sebenarnya tulisan sederhana ini, mengajak kepada para pembaca untuk bagaimana menanamkan sikap kepedulian terhadap anak pelosok agar dapat mengenyam pendidikan yang layak. Karena mereka juga bagian dari Indonesia.

#Ayo sekolah

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.