Bukan Kisah Cinta: Child Grooming dan Penjebakan Psikologis dalam Broken Strings
"Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah"
karya Aurélie Moeremans lebih dari sekadar buku harian selebriti. Ini adalah
pandangan mendalam tentang bagaimana pemulihan trauma, manipulasi, dan kontrol
koersif bekerja.
Buku Aurélie sedang viral. Penulis membagikannya secara gratis secara online,
dan banyak orang membacanya setelah itu. Buku ini telah dibaca oleh lebih dari
10.000 orang, menurut bagian Bonus Chapter!
Buku ini adalah refleksi tentang masalah psikologis modern yang penting, dan
juga memberikan beberapa ide kepada orang tua dan guru tentang cara menjaga
anak-anak dan remaja tetap aman dari predator emosional.
1. Masalah kekerasan terhadap anak dan ketidakseimbangan kekuasaan
Salah satu topik psikologis terpenting adalah kekerasan terhadap anak, yang
dibahas dalam buku ini. Ini terjadi ketika orang dewasa mendekati anak-anak
secara emosional agar mereka bisa memanfaatkannya. Bobby, yang berusia 29 tahun
ketika Aurélie berusia 15 tahun, menggunakan cara-cara kuno untuk
mengganggunya.
Penyusupan Keluarga: Bobby dengan hati-hati menghubungi keluarga Aurélie dan
membawa hadiah untuk ibunya serta adik perempuannya untuk mendapatkan
kepercayaan mereka.
Terlalu Banyak Pujian: Dia membuat Aurélie merasa istimewa dan sehingga membuatnya
lengah.
Memanfaatkan Kelemahan: Bobby memanfaatkan rasa malu Aurélie dan kurangnya
pengalaman dalam hubungan percintaan.
2. Isolasi Digital dan Kontrol yang Dipaksakan
Dalam psikologi modern, "kontrol koersif" adalah cara bertindak yang
berusaha mengendalikan pasangan dengan mengelola mereka secara mikro dan
menjauhkan mereka dari orang lain. Ini mungkin bagi Aurélie karena dia memiliki
kontrol ketat atas perangkat komunikasinya.
Bobby membuatnya merasa bersalah
karena tidak membalas dengan cukup cepat, jadi dia harus sering melapor kembali
dan menyuruhnya menghapus kontak pria di BBM.
Ada juga penyalahgunaan uang. Bobby mengurus uang Aurélie dan bahkan membuatnya
membayar mobilnya sendiri secara mencicil, meskipun Aurélie bekerja keras di
lokasi syuting. Dia juga sering kehabisan pulsa telepon. Rencana Bobby untuk
membuat Aurélie membenci orang tuanya dan berpikir bahwa mereka hanya
memanfaatkannya demi uang membuatnya merasa semakin kesepian.
3. Menggunakan agama dan gaslighting
Gaslighting adalah bagian besar dari memoar ini. Bobby selalu membuat Aurélie
berpikir bahwa dia yang salah atas cara dia memperlakukannya. Dia akan menangis
dan mengatakan bahwa tindakan Aurélie telah mendorongnya hingga batas
kesabarannya ketika dia berteriak padanya atau meludahinya.
Cara lain untuk mengendalikan orang adalah dengan menggunakan agama. Bobby
mengatakan bahwa seorang wanita harus melayani suaminya dan menggunakan Alkitab
untuk mendukung kontrolnya.
Dia bahkan memukul kepala Aurélie dengan Alkitab
dan mengatakan bahwa rasa sakit itu adalah "kehendak Tuhan." Mereka
berpikir bahwa melawan adalah dosa terhadap Tuhan karena itu membuat mereka
merasa buruk tentang diri mereka sendiri.
4. Analogi "Malaikat" dalam Ikatan Trauma
Kisah monyet peliharaan Aurélie, Angel, adalah contoh kuat dari gagasan
psikologis tentang ikatan trauma. Hewan yang ketakutan itu memegangi Aurélie
sementara Bobby memukul Angel sampai berdarah.
Aurélie mengerti bahwa dia
seperti Angel karena dia memegangi tangan yang sakit untuk merasa lebih baik
dan diperhatikan. Sangat sulit bagi korban kekerasan untuk memutuskan ikatan
emosional yang terbentuk oleh siklus "sakit dan nyaman".
5. Pemerasan siber dan gambar intim tanpa persetujuan (NCII)
Buku ini juga membahas bahaya modern seperti pornografi balas dendam. Bobby
mengatakan dia akan bunuh diri di tempat parkir mal jika Aurélie tidak
mengiriminya foto pribadi.
Kemudian, mereka menggunakan foto-foto ini untuk
memerasnya agar tidak berbicara dan mengancam masa depan serta kariernya.
Menggunakan foto intim untuk memeras seseorang adalah bentuk kekerasan berbasis
gender yang serius dan dapat merugikan kesehatan mental mereka.
Apa yang dapat kita pelajari
Broken Strings adalah pengingat menyedihkan bahwa monster sering kali lebih
dicintai dan religius daripada menakutkan. Tapi Aurélie mendapatkan kembali
hidupnya di akhir cerita ini.
Kamu bisa sembuh jika kamu punya keberanian untuk
bicara dan mengatakan kebenaran tentang pernikahan palsu dan manipulasi itu.
Buku ini memberi tahu setiap penyintas bahwa mereka tidak sendirian dan selalu
ada cara untuk bebas.