Sat, 13 Apr 2024
Esai / Oct 28, 2023

Pemuda dan Inovasi Sosial

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh Pemuda (Tan Malaka)

Pemuda memiliki peran sentral dalam menciptakan peradaban yang lebih baik bagi bangsanya. Namun, perubahan ke arah peradaban manusia yang lebih baik perlu memiliki keseriusan dan aksi nyata.

Tanpa nyatanya, maka akan berujung menjadi katanya. Pemuda juga seringkali diidentikkan dengan perubahan, oleh karenanya mereka dijuluki sebagai Agent Of Change baik perubahan-perubahan yang fundamental maupun substansial. 

Dalam catatan sejarah, terdapat banyak bukti yang menunjukkan bagaimana pemuda telah memainkan peran kunci dalam mengawal berbagai perubahan politik, sosial, dan budaya.

Sebagai contoh, Organisasi Budi Utomo dan Sarekat Islam adalah dua entitas yang sangat berpengaruh dalam upaya meraih kemerdekaan, bergerak dengan kesadaran kritis untuk menentang penjajahan dan mencapai kemerdekaan.

 Kedua organisasi ini, Budi Utomo dan Sarekat Islam, memiliki peran historis dalam menggalang kesadaran nasionalisme dan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Mereka adalah bagian dari gerakan awal yang akhirnya membawa Indonesia meraih kemerdekaannya pada tahun 1945.

Meskipun kedua organisasi ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam mencapai tujuan mereka, keduanya berkontribusi pada perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menjadi bagian integral dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.

Selain itu, pada tanggal 28 Oktober 1928, sekelompok pemuda melaksanakan Kongres di Jakarta sebagai bentuk keseriusan menjaga persatuan dan kekompakan sehingga pada waktu itu menghasilkan ‘Sumpah Pemuda’ yang menjadi simbol perjuangan pemuda dalam melawan penjajah (Santoso et al., 2023).

Selain itu, peran pemuda juga sangat dikenang hingga saat ini dalam gerakan Reformasi tahun 1998 yang terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru.

Pemuda, terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil, turun ke jalan untuk mengungkapkan ketidakpuasan terhadap berbagai peraturan yang dianggap tidak adil, baik dalam hal politik maupun ekonomi. Akibatnya, Presiden Soeharto terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya pada periode tersebut.

Zaman ini sebenarnya menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Mereka tidak lagi terlibat dalam perjuangan melawan penjajah atau menggunakan senjata fisik.Sebaliknya, tantangannya lebih bersifat internal, yaitu pertarungan melawan diri sendiri.

Kita bisa melihat bagaimana banyak anak muda terperangkap dalam perkembangan teknologi, seringkali terlibat dalam caci maki dan penggunaan bahasa kasar tanpa usaha untuk memahami dampak negatif dari berbagai informasi yang tersebar di media sosial. 

Meskipun pemerintah turut mengadakan berbagai upaya kegiatan literasi digital untuk membentengi para pemuda dari dampak perkembangan teknologi, tidak sedikit dari para pemuda yang justru tenggelam dan melakukan berbagai kegiatan negatif seperti membunuh, mengumpat, mencuri, sampai pada bermain judi online.

Selain itu, banyak juga tantangan lainnya yang turut membuntuti para pemuda hari ini diantaranya adanya kesenjangan ekonomi, anak muda tergopoh-gopoh dalam mencari pekerjaan yang layak dan penghasilan yang stabil, termasuk akses pendidikan yang merata belum bisa diimplementasikan menjadi penyebab minimnya literasi di berbagai daerah yang menyebabkan anak muda mudah terjebak dengan kegiatan negatif. 

Di samping itu, partisipasi politik menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuda, banyak anak muda yang pesimis dan apatis terhadap kondisi perpolitikan di Indonesia, padahal dalam konteks menuju pemilu 2024 anak muda menjadi basis pemilih terbanyak dari tingkat pemilih nantinya, itu artinya momentum ini dapat dijadikan sebagai sebuah arah baru dalam mengantar masa depan politik Indonesia yang lebih baik.

Tidak bisa dimungkiri, bahwa tantangan-tantangan yang dihadapi anak muda hari ini begitu kompleks dan penyelesaiannya pun harus sekompleks masalah yang ada. Lalu, bagaimana anak muda harus berperan dalam situasi dan tantangan yang rumit ini ? 

Peran pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan di era saat ini sangat krusial. Mereka bisa berperan sebagai agen inovasi dan kreativitas dengan memberikan solusi baru untuk masalah-masalah kompleks, termasuk di bidang teknologi, bisnis, dan isu sosial.

Selain itu, mereka dapat menjadi advokat dan aktivis, memperjuangkan hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Mereka juga dapat menciptakan bisnis sosial yang berfokus pada masalah sosial atau lingkungan, serta berperan sebagai pendidik untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam masyarakat. 

Partisipasi aktif dalam politik, kolaborasi antar-generasi, pemanfaatan teknologi dan media sosial, perhatian pada keberlanjutan dan lingkungan, serta pemberdayaan komunitas juga merupakan peran penting pemuda dalam menciptakan perubahan positif. S

elain itu, keterlibatan mereka dalam isu-isu global seperti perdamaian dan bantuan kemanusiaan juga memiliki dampak yang signifikan. Oleh karenanya, peran pemuda memiliki potensi besar untuk membantu memecahkan tantangan-tantangan ini dengan dukungan, pendidikan, dan peluang yang tepat untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.



Penulis: Ibnu Azka, Master Komunikasi dan Masyarakat Islam.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.