Dalam Dunia Sunyi
1.
Kepingan-kepingan Rindu
Bunga mawar untukmu
Sebagai wujud kepedulian cinta
Sedangkan aku sebagai setangkainya
Meski terlihat semu
Menatap kepingan-kepingan rindu
Bersumber di dalam kalbu
Menetes air mata kehidupan bertemu
Brebes, 16 Maret 2026
*
2.
Merenggut Asa
Seumpama madu untuk kesehatan
Namun itu merenggut asa
Menjelma dewi Durga
Manis di mulut pahit di dada
Begitulah dirimu yang berkhianat cinta
Brebes, 16 Maret 2026
*
3.
Pendakian Gunung Cinta
Pendakian gunung cinta
Menjulang tinggi
Pada asa menghampiri
Seutas benang menjadi panjakan
Menggenggam keyakinan
Di ujung senja
Melambai-lambai yang tergurai
Pada burung-burung terbang melayang
Semoga cita-cita akan segera sampai
Brebes, 16 Maret 2026
*
4.
Bingung Menatap Sendiri
Bingung menatap sendiri
Dikalau cinta tak menghampiri
Seakan-akan dunia ini sepi
Sunyi mendekap gelap pekat
Tiada gairah semangat
Aku menjelma dinding
Terkikis zaman yang rapuh
Aku diam membisu
Pada malam-malam mencekam
Membuat aku jenuh
Pada bintang-bintang yang seakan-akan berpaling pada rembulan
Brebes, 16 Maret 2026
*
5.
Dalam Dunia Sunyi
Aku sebenarnya sakit
Aku tahan meski pahit
Pada kelukaan yang terus menggerogoti
Namun mereka tak tahu makna empati
Mereka sibuk dalam duniawi
Atau mungkin tak tahu diri
Menjelma musang di malam hari
Mereka hanya bisa menyalahi
Sulit untuk diklarifikasi
Aku hanya bisa meratapi
Termenung, merenung diri
Dalam dunia kesunyi
Brebes, 16 Maret 2026
Penulis: Muhammad Thohir yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.