Buku dan Kawan
Buku dan Kawan
Aku baru saja mematahkan sebuah mitos
Biasanya beredar di kalangan remaja matang
Yang selalu ingin dianggap muda, padahal sudah tak lagi
Bahwa umur segini kawan menjadi sedikit
Lingkar pertemanan menjadi sempit
Bagaimana kalau kita hilangkan pikiran itu?
Mencoba mendobrak pintu yang membatas
Mencari sosok lama yang pernah hilang
Dan kembali menjadi diri sendiri sepenuhnya
Buku membawaku kembali
Memiliki kawan yang seirama sefrekuensi
Tak memandang usia, tak memandang bacaan
Yang aku tahu, sama-sama seorang pembaca
Kau boleh membaca apa saja
Karena aku melakukan hal yang sama
Kita terhubung karena membahas buku berbeda
Tetapi tetap merasa dekat
Apalagi saat senja sudah melekat
–
Kedai Berbuku, Juli 2026
*
Buku dan Tawa
Denting jam berdentang lantang
Ternyata matahari sudah kehilangan cahayanya
Dingin mulai menusuk kulit
Tapi kenapa, di sini hangat yang justru kurasa?
Mulanya semua tak saling kenal
Masing-masing membawa diri, walau ada yang bersama kawan nan kasih
Buku terlihat satu di masing-masing pangku
Tak lama mulai membaur dan saling satu
Baca buku apa hari ini?
Begitu kata salah satu dari mereka
Antusias bersahutan menjawabnya
Tan Malaka, Franz Kafka, bahkan Bronte
Sesekali terdengar nama Pram juga Sindhunata
Kau tahu apa yang terjadi?
Hangat tawa membahas buku bersama
Awalnya bukan siapa-siapa, berakhir saling sapa
Menjadikan kedai ini lebih hangat meski malam begitu pekat
*
Buku dan Waktu
Di balik dinding ini, waktu berjalan amat berbeda
Bahkan aku tak ingat terakhir kali mengamatinya
Orang singgah cukup lama
Tapi waktu tak pernah bertanya
Hanya basa basi ramah menyapa
Hei, hari ini mau pesan apa?
Sedikit tawa dan banyak diamnya
Tenggelam dalam buku, tentu saja
Aku bilang, di sini waktu berjalan berbeda
Pagi ke malam rasanya masih kurang saja
Beberapa kawan yang datang saat senja
Mengeluhkan, kenapa hanya sampai jam sembilan saja?
Ah, buku membuat waktu tak terasa
Rasanya sebentar padahal sudah sangat lama
Jadi, yang berbeda itu di balik dinding sana
Atau memang buku dan waktu yang seirama?
Kedai Berbuku, Juli 2026
Penulis: Yara Zahrah, owner kedai buku dan bookstagram di Yogyakarta.