feature-top

Adakalanya setiap rasa setelah kecewa akan selalu menjelma menjadi teman dalam dendam. Hadirnya pikiran dan rasa dimana dia juga harus merasakan apa yang sedang kamu rasakan. Tentunya merasakan kecewa dan sakit yang telah dia berikan padamu. Padahal yang demikian hanya akan semakin membuat hatimu dikuasai oleh penyakit hati. Dengannya justru hanya akan membuatmu lalai dan lupa diri.

Sudah hentikan, jangan balas dengan luka yang sama dari sakit yang kamu terima. Cukup do’akan, ikhlaskan dan lepaskan, karena skenario-NYA selalu yang terbaik. Akan selalu ada ibrah dan hikmah dari semuanya, agar kamu tak salah pilih, arah dan langkah.

Adanya tentu kamu ialah orang yang sangat baik hati. Tolong, jangan rusak hatimu sendiri terlebih hanya karena kamu sakit hati. Untuknya, tetaplah menjadi orang baik, meskipun orang yang pernah kamu sayangi sudah berlaku yang tidak baik. Mungkin sakit yang kamu terima memaksamu untuk melakukan sesuatu bahkan membalasnya. Sudah, jangan hilangkan semua itu dari dirimu.

Tentu, pasti ia telah buta dari semua kebaikanmu dan DIA menyelamatkanmu dari itu, baiknya bersyukurlah. Sungguh, kamu terlalu baik untuk orang seperti dia. Darinya tentu kamu dapat belajar bahwa berharap pada selain-NYA hanya berbuah dusta dan duka.

Padanya memang semua terasa sangat menyesakkan. Bahkan memaki dengan cacian pun ingin selalu kamu lakukan. Demi membuat hatimu semakin tentram dan nyaman. Tapi nyatanya tidak, memaafkan dan ikhlas melepaskan justru itulah yang membuatmu semakin lapang.

Mulanya memang sulit, memaafkan seseorang yang telah dengan sengaja menyakiti. Akan tetapi kamu tahu pasti, bahwa cepat atau lambat, pasti hatimu akan menemukan ketenangan kembali. Coba kembali dengarkan nasehat guru kehidupan dan buka lagi firman juga tuntunan-NYA. Insyaa Allah, kamu pasti akan temukan jalan yang lebih baik dan kembali tercerahkan.

Bersyukur dan bersabarlah, akan setiap apa yang kamu terima. Ridho dan ikhlaskan apa yang telah diambil darimu. Percayalah, bahwa semua pasti ada ibrah dan hikmahnya. Dari pertemuan yang diisahkan, selalu ada alasannya. Adanya mungkin belum sekarang kamu merasakan hikmahnya.

Namun, lihatlah dalam beberapa waktu lagi, karena kamu akan tersenyum dan bergumam… “Alhamdulillah, ternyata ini alasan DIA memisahkanmu dengannya dan kamu pun mengucap banyak sekali syukur setelahnya”.^_^

Kamu pasti orang baik yang kuat, buktinya hingga hari ini kamu masih memilih menjadi orang baik meski pada ia atau mereka yang tidak berlaku baik sekali pun. Pasti kamu orang pilihan, karena sakit hati tidak menjaikanmu seseorang yang penuh amarah dan pendendam.

Tentu kamu ialah orang yang dekat dengan rasa tulus dan ikhlas, sebab telah menerima seluruh ketentuan dan ketetapan-NYA dengan hati yang sangat lapang. Nyatanya benar, ridho dan ikhlas hanya milik hati yang baik dan kuat.

 

Penulis: Rury Noviani, lahir dan besar di sebuah kota kecil nan Ramah lan Ngangeni yang menjadi semboyan kota ini, tepatnya di Jawa Timur. Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2017. Kesibukan saat ini lebih banyak di rumah aja Berbirrul Walidain, olshop, mengajar bimbel dan mengaji untuk dua murid kesayangan saya, dan juga bergabung di beberapa komunitas