Mon, 02 Mar 2026
Kabar / Redaksi / Mar 02, 2026

Sahabat Ramadhan, Dari Al-Qur’an ke Aksi Nyata di Lingkungan Sekolah

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menggelar kegiatan pesantren kilat dengan nama Sahabat Ramadhan dengan tema “Mengasah Hati dengan Al-Qur’an, Menghias Diri dengan Aksi Nyata, Bersahabat dalam Taat hingga Jannah”.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari mulai dari Senin-Kamis (2-5 Maret 2026) dan diikuti oleh seluruh siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran selama pekan Ramadhan.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar, Taufieq, S.Si., M.Pd., Gr, menggarisbawahi bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang dalam membina karakter serta penguatan nilai keislaman di kalangan remaja.

“Pesantren kilat ini menjadi wadah untuk memperdalam pengetahuan dan ilmu terkait agama Islam. Kami merancang kegiatan selama empat hari, dan di hari terakhir akan dirangkaikan dengan Mabit. Tujuan utamanya adalah membina kerukunan sesama siswa, dan kami berharap kegiatan ini bisa diikuti dengan baik,” ujar Taufieq.

Fenomena remaja

Ia tak lupa menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh remaja di zaman sekarang, terkhusus pada gaya hidup dan arus informasi yang kerap menjauhkan diri mereka dari nilai-nilai agama.

“Fenomena remaja hari ini cukup memprihatinkan karena banyak yang mulai jauh dari nilai agama. Kalau kita tidak mampu memfilter, kita akan ikut arus dan itu bisa menurunkan martabat kita sebagai remaja,” terangnya.

“Karena itu, materi yang dihadirkan disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Siswa juga kami dorong untuk aktif bertanya jika ada hal yang belum dipahami,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap dengan kegiatan ini diharapkan memberi dampak nyata terhadap perubahan sikap dan pola pikir murid.

“Mudah-mudahan selama empat hari ini terjadi peningkatan karakter, baik dari segi pola pikir maupun sikap, serta semakin memperdalam ilmu agama. Selama satu minggu ini, pembelajaran kami alihkan ke pesantren kilat agar fokus pada pembinaan rohani,” tuturnya.

Sholat sebagai hal fundamental

Sementara itu dukungan datang dari Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Sabirin, M.M yang dalam kesempatan tersebut menekankan shalat sebagai pondasi utama sebagai seorang muslim.

“Salah satu pesan Nabi sebelum wafat adalah perintah shalat. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat. Rukun Islam bisa dianalogikan seperti rumah, dan sholat adalah kuncinya. Kalau shalat tidak beres, maka yang lain juga tidak akan beres,” jelas Sabirin.

Ia juga menambahkan bahwa shalat bukan dijalankan sebagai kewajiban keseharian, tetapi sebagai penentu kualitas hidup yang lebih baik.

“Kalau ingin bahagia, maka shalatlah. Karena saking pentingnya shalat, setiap waktu ada panggilan khusus untuk menunaikannya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Taslimerz, Naura Basir, menjelaskan kegiatan Sahabat Ramadhan relevan dengan kondisi remaja saat ini dan sejalan dengan tema yang diangkat.

“Kegiatan ini sangat penting karena tidak hanya mengajak siswa memahami Al-Qur’an secara teori, tetapi juga menghias diri dengan aksi nyata dan membangun persahabatan dalam ketaatan. Ini menjawab kebutuhan remaja hari ini yang butuh ruang aman untuk bertumbuh secara spiritual dan sosial,” ungkap Naura.

Kegiatan Sahabat Ramadhan ini akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan ibadah, materi hingga meningkatkan solidaritas sosial yang diharapkan mampu menanamkan nilai islam, membentuk karakter dan akhlak serta sebagai bekal spiritual dan sosial.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.