Thu, 02 Apr 2026
Warta / Redaksi / Apr 02, 2026

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Gelar Verifikasi TUK Jelang UKK 2026, Hadirkan Tim Verifik

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar melaksanakan kegiatan Verifikasi Tempat Uji Kompetensi Keahlian (TUK) pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini merupakan langkah persiapan krusial sebelum pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dijadwalkan akan berlangsung pada minggu mendatang.

Kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar, Taufieq, S.Si., M.Pd., Gr, memaparkan bahwa sebanyak 84 siswa akan mengikuti UKK tahun ini. Peserta tersebut terdiri dari 49 siswa program keahlian Keperawatan (yang terbagi dalam kelas Medis dan Kebidanan), 16 siswa Farmasi, dan 19 siswa Teknologi Laboratorium Medik (TLM).

Dalam persiapannya, pihak sekolah terus berupaya memperbaharui sarana dan prasarana agar sesuai dengan standar dunia kerja. Taufieq menegaskan bahwa kolaborasi dengan mitra rumah sakit dan laboratorium selama kegiatan PKL menjadi modal penting bagi siswa.

"Saya tidak meragukan kompetensi kalian (murid) karena sudah melewati beberapa jenjang mulai dari PKL 1, 2, 3, 4 dan magang mandiri. Mudah-mudahan semua anak yang ada di kelas 12 tahun ini 84 orang ini bisa lulus dengan nilai yang sangat baik," ujar Taufieq menyemangati para siswanya. 

Ia juga berharap para lulusan nantinya dapat terserap di dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengingat beberapa siswa sudah dinyatakan lulus di PTN melalui jalur SNBP.

UKK dalam Peningkatan Skill dan Profesionalisme 

Sejumlah penguji eksternal dan pejabat pendidikan turut memberikan pandangan mengenai pentingnya UKK. Hj. Harniati, S.Kep. Ns., M.Kep, penguji eksternal dari RSUD Haji Makassar, menekankan bahwa UKK adalah pembuktian identitas siswa sebagai pelayan kesehatan.

"Kalau kita sudah masuk di ruang kerja bukan lagi teori yang kita bawa tapi apa skill yang harus kita berikan ke instansi yang mempekerjakan kita. Nah, saat-saat inilah skill tersebut diujikan," tegas Hj. Harniati.

Senada dengan hal tersebut, Muh. Idris Mone, S.Si., M.Kes, penguji eksternal dari organisasi profesi PATELKI, menjelaskan bahwa UKK menguji tiga aspek utama yaitu kognitif, motorik, dan soft skill. 

“Sikap profesional sangat penting karena tenaga kesehatan berinteraksi langsung dengan manusia,” jelasnya.

Sementara itu, Hamran, S.Pd., M.M, KASI Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa UKK mandiri yang dilakukan sekolah harus melewati SOP yang ketat melalui verifikasi ini. 

“Sertifikat UKK akan menjadi bukti kompetensi yang diakui oleh industri, sehingga para murid harus mengikuti UKK dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Capaian dan Kualitas Lulusan Pengawas Pembina SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Sabirin, M.M, mengapresiasi capaian sekolah yang telah berhasil menyejajarkan kompetensi siswanya dengan tingkat diploma. 

“Kita optimis bahwa keterpaduan yang dibangun oleh sekolah akan melahirkan lulusan yang sangat kompeten dan siap kerja, bahkan hingga ke luar negeri,” terang Sabirin.

Konsistensi Mega Rezky dalam Menjaga Kualitas Lulusan

Hamran, S.Pd., M.M, menyatakan bahwa sekolah ini merupakan salah satu sekolah swasta yang paling konsisten melaksanakan UKK sesuai dengan SOP kementerian. Ia memuji tradisi sekolah yang melakukan pertemuan verifikasi secara terbuka dengan menghadirkan semua pihak sebelum masuk ke ruang ujian, sebuah langkah yang dianggap hebat dan jarang dilakukan sekolah lain.

Sementara itu Syahrir, S.Kep. Ns., M.Kep, penguji eksternal dari RSUD Labuang Baji Makassar memberikan apresiasi besar terhadap ketersediaan alat di laboratorium sekolah. 

"Alat yang tersedia itu sesuai dengan standar bahkan lebih dan itu menjadi memberikan gambaran bahwa proses yang terjadi selama ini adalah proses yang bisa kita andalkan," ungkapnya.

Hj. Harniati, S.Kep. Ns., M.Kep, mengapresiasi etika dan kesiapan mental siswa yang ditemuinya selama praktek di rumah sakit, yang dinilainya mampu bersaing dan setara dengan tenaga kesehatan lainnya.

Drs. Sabirin, M.M, mengapresiasi konsep "terpadu" yang dijalankan sekolah, dimana verifikasi melibatkan organisasi profesi, rumah sakit, hingga orang tua siswa. 

“Dengan keterpaduan yang kita lakukan selama ini, setiap kegiatan selalu kita lakukan dengan terpadu dan juga menghadirkan peran orang tua,” pungkasnya.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.