Sat, 13 Apr 2024
Esai / Oct 29, 2023

Pemuda Mencipta Kreativitas

Momentum Sumpah Pemuda yang dirayakan setiap tanggal 28 Oktober menjadi pengingat para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia dalam terhadap sebuah semangat luhur akan persatuan dan pembebasan dari penjajahan dan penindasan. 

Momentum sumpah pemuda juga menjadi sebuah gerakan membangun kesadaran kolektif serta identitas kolektif dalam melawan penjajahan yang dibingkai dalam kalimat persatuan. 

Ketika kita melihat kembali sejarah perjuangan kaum muda dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia, kita dapat melihat bahwa pemuda lah yang dengan jiwa dan raganya berani berjuang dan menjadi penggerak serta pelopor perubahan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. 

Namun, ketika kita berbicara pemuda hari ini kata ironis mungkin tepat diletakkan terhadap kondisi ketika kebagian banyak dari pemuda hanya menganggap bahwa momentum sumpah pemuda hanya sebagai seremonial belaka tanpa makna. 

Ironis melihat pemuda kurang mengambil peran nyata dalam perayaan sumpah pemuda. Ironis melihat pemuda hanya diam dan sibuk berpesta dalam perayaan sumpah pemuda. 

Ironis ketika melihat pemuda tidak lagi menjadi pelopor semangat persatuan dan pembaharuan, melainkan menjadi pelopor hedonism, apatis terhadap kondisi bangsa dan bahkan menjadi pelopor perpecahan serta perseteruan. 

Pemuda merupakan ujung tombak kemajuan peradaban suatu bangsa bahkan umat manusia. Maka sebuah keniscayaan dalam penciptaan pemuda yang berkualitas. Tidaklah mudah dan memerlukan konsistensi serta proses yang Panjang dalam menghadirkan pemuda yang dicita-citakan tersebut.  

Setidaknya terdapat enam dimensi penting yang menjadi landasan dalam membentuk pemuda yang berkualitas. Pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. 

Dimensi pemuda harus memiliki nilai-nilai moral yang kuat, yang akan menjadi pijakan etika dalam hidup. Dimensi mandiri menekankan pentingnya pemuda menjadi individu yang mampu mengatasi tantangan dengan kemandirian. 

Dimensi gotong-royong mengajarkan kerjasama berkontribusi dalam masyarakat. Ini membentuk pemuda yang peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Berkebinekaan global, mengekspos peran pemuda di dunia yang lebih luas. 

Untuk membuka pemahaman tentang perbedaan bahwa keragaman adalah kekayaan, bukan hambatan dalam dunia yang semakin terhubung. bernalar kritis, dimensi untuk membentuk pemuda yang mampu berpikir kritis dan analitis. 

Generasi muda diajarkan untuk tidak hanya menerima informasi begitu saja, tetapi juga memahami, mengevaluasi dan memvalidasi kebenaran dari apa yang mereka pelajari. Terakhir, dimensi kreatif. 

Pemuda harus didorong untuk berpikir kreatif, mencari solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Kreativitas adalah kunci untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di dunia modern seperti saat ini.

Bonus demografi yang terjadi, Bangsa Indonesia diuntungkan oleh populasi pemuda yang besar dibandingkan negara lain yang pada dasarnya merupakan kekuatan bagi kemajuan negara. 

Disaat negara-negara lain mungkin menghadapi permasalahan akibat kurangnya populasi muda yang produktif, Indonesia justru memiliki kelebihan manusia yang dapat menjadi sumber daya untuk menggerakkan roda kemajuan. 

Namun, dengan keberlimpahan jumlah pemuda, ada tanggung jawab yang tak kalah besar yaitu memastikan bahwa para pemuda ini memiliki kapasitas, kompetensi, dan semangat juang yang tinggi. Pemuda masa kini dihadapkan pada tuntutan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. 

Meskipun kemajuan teknologi telah memudahkan pengembangan kemampuan akademis dan kognitif, pentingnya pembentukan karakter yang mulia tak boleh diabaikan. 

Aspek karakter menjadi landasan utama dalam menumbuhkan pemimpin yang berkualitas, penuh dengan etika, moral, akhlak, dan kepedulian terhadap kehidupan sekitar. Pembangunan pemuda berkarakter menjadi kunci untuk menjamin bahwa generasi Indonesia akan semakin unggul. 

Proses pendidikan dan pembinaan pemuda harus memberikan perhatian khusus pada nilai-nilai yang tak ternilai harganya, seperti integritas, kejujuran, keberanian, tanggung jawab, empati, serta semangat kerja keras. 

Dengan memiliki pemuda yang tidak hanya cakap secara akademis namun juga kokoh dalam karakter, Indonesia akan memiliki generasi yang siap bersaing secara global. Para pemuda akan menjadi pionir perubahan untuk memajukan negara ini ke panggung dunia. 

Tantangan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau institusi pendidikan, melainkan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembentukan karakter unggul dalam diri pemuda.

Dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda yang ke-95 tahun 2023 ini dengan slogan "Bersama Majukan Indonesia," kita diingatkan akan komitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. 

Bahwa melalui persatuan dan semangat kolaborasi, kita dapat meraih kemajuan bersama.  Tidak hanya pada saat peringatan setiap tanggal 28 Oktober, tetapi setiap hari adalah saatnya untuk bertindak, berkolaborasi, dan berkarya untuk Indonesia. 

Melalui semboyan "Bersama Majukan Indonesia," kita diingatkan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari isu pendidikan, Kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga tatanan sosial. 

Mari merayakan momentum sumpah pemuda ini dengan tindakan-tindakan yang kontruktif bagi kemajuan bangsa. Mari mengembalikan spirit dan daya juang pemuda terdahulu dalam membangun sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.