Mon, 24 Jun 2024
Esai / Jan 06, 2021

Pentingnya Literasi Digital di Tengah Pandemi

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa kita ke tatanan dunia yang baru. Berkembangnya teknologi informasi ini ditandai dengan Revolusi Industri. Kini dunia tengah berada pada era revolusi 4.0 dan terus maju. Sebuah tatanan dunia baru yang mengubah sendi kehidupan manusia.

Sejak teknologi informasi berkembang dengan pesat dan dikenalnya internet, ada satu fenomena yang menarik. Fenomena tersebut yakni penggunaan media sosial. Belakangan ini, penggunaan media sosial sangat digemari oleh masyarakat dunia tak terkecuali Indonesia.

Menurut riset HootSuite dan We Are Social, pengguna media sosial pada Januari 2020 di seluruh dunia ada sebesar 3,8 miliar pengguna. Angka penggunanya meningkat hingga 9 persen atau 321 juta pengguna baru sejak tahun lalu.

Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil riset yang sama menyebutkan, jumlah pengguna media sosial sudah mencapai 160 juta, meningkat 8,1 persen atau 12 juta pengguna dibandingkan tahun lalu.

Jumlah pengguna internet dan media sosial Indonesia pada Januari Tahun 2020. Foto: We Are Social

Angka tersebut sudah mencapai 59 persen dari total jumlah penduduk. Artinya lebih dari setengah penduduk di Indonesia kini dengan mudah saling terhubung.

Dunia Baru dalam Media Sosial

Sejak kasus Covid-19 merebak di Wuhan, China dan WHO mengumumkan bahwa dunia tengah dalam pandemi, oleh wabah Covid-19 pada Maret 2020 lalu. WHO juga menganjurkan kepada masyarakat dunia untuk melakukan aktivitas dari rumah. Membuat masyarakat semakin intens menggunakan media sosial.

Kehadiran media sosial ini sangat digemari sebab dinilai memberikan banyak manfaat. Salah satunya ialah semua orang dengan mudah mengirimkan pesan atau kabar karena orang sudah saling terhubung.

Mengutip dari CNN Indonesia (31/5/2020) terjadi lonjakan penggunaan internet di Indonesia hingga 13 persen pada malam hari, sedangkan meningkat 15 persen dibandingkan trafik rata-rata. Berdasarkan data dari Telkomsel mencatat bahwa media sosial seperti WhatsApp, Line, dan Telegram mengalami kenaikan trafik sebesar 40 persen. Lalu untuk Youtube sebesar 17 persen.

Tren penggunaan media sosial saat pandemi ini ternyata membawa berbagai masalah. Melansir pikiran-rakyat.com (31/5/2020), Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto saat diskusi daring melalui aplikasi Zoom yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) mengungkapkan bahwa ada 1.222 hoaks selama periode Februari 2020 hingga April 2020.

Selain masalah penyebaran berita bohong/hoaks, adapula masalah lainnya. Misalnya ujaran kebencian, fenomena post-truth, penggiringan opini oleh akun buzzer, pelanggaran privasi, penipuan, perundungan/bulliying, cybercrime, dll.

Masalah-masalah tersebut tentunya membawa dampak negatif kepada masyarakat. Membuat masyarakat menjadi kebingungan, cemas, panik. Selain itu masalah tersebut dapat mempengaruhi perilaku seseorang karena menyerang mental serta psikis.

Bukan tidak mungkin kita semua pernah menjadi bagian dari tersebut. Entah kita menjadi korban atau turut serta menyebarkan/melakukan tindakan tersebut.

Pentingnya Literasi Digital

Dari beragam masalah tersebut, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan ialah dengan literasi digital. Sebab literasi digital sendiri menjadi komponen fundamental yang mesti dimiliki masyarakat saat ini.

Dengan adanya literasi digital maka bertindak sebagai pengaman/penyaring informasi selama menggunakan internet ataupun media sosial. 

Untuk memahami literasi digital kita perlu mengetahui definisinya terlebih dahulu. Literasi digital terdiri atas dua suku kata, yakni literasi dan digital. Literasi atau ‘literature’ dalam istilah latin, ‘letter’ dalam bahasa Inggris mendeskripsikan literasi sebagai dasar dari pengetahuan manusia yang terus berkembang. Sedangkan kata digital sendiri berasal dari kata ‘digitus’, yang dalam bahasa Yunani berarti jari jemari.

Menurut KBBI literasi digital adalah kemampuan manusia untuk memahami informasi berbasis komputer. Sedangkan menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa literasi digital berkaitan dengan kemampuan manusia mengambil, mengolah, memahami hingga menggunakan informasi dengan instrumen teknologi informasi.

Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, maka semakin dibutuhkannya literasi digital. Sebab ancaman di dunia digital akan selalu ada dan selalu berubah-ubah modusnya.

Setidaknya ada 3 manfaat dari literasi digital, diantaranya;

1. Mampu menyaring berita/informasi yang diperoleh dari media sosial/internet.

2. Tidak mudah terpengaruh untuk menyebarkan berita/informasi yang sumbernya tidak dapat dipercaya.

3. Mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebenaran suatu berita/informasi.

Terakhir ada tips menggunakan internet/media sosial saat pandemi covid-19 agar terhindar dari hoaks, fenomena post-truth dll, antara lain;

1. Mengakses informasi dari website/portal berita yang terpercaya atau dari akun media sosial resmi dan jelas. Hal ini menjadi penting sebab belakangan ini banyak muncul website/portal berita/akun media sosial bodong. Ini bertujuan untuk memudarkan suatu kebenaran informasi dengan memberikan informasi palsu yang provokatif.

2. Membiasakan diri untuk skeptis atau tidak mudah percaya terhadap berita/informasi yang sumber dan isinya belum jelas. Terkadang ada website yang terpecaya tapi masih memberikan informasi yang keliru, harus selalu mengecek isi dari informasinya.

3. Bila menemukan informasi/berita hoaks atau seperti masalah di atas tadi maka jangan ragu untuk memblokir/melaporkannya. Dengan begitu kita membantu memutus rantai penyebaran informasi/berita seperti itu.

 

Penulis: Ruslan Anwar, anggota komunitas pecandu aksara. alumni PTIK FT-UNM.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.