Sat, 13 Apr 2024
Esai / Jan 05, 2021

Pilkada di Era New Normal

Sejak Covid-19 ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global, jumlah kasus hingga 2 Juli 2020 telah mencapai 10,8 juta. Di Indonesia sendiri Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah kasus mencapai 59.394.

Tak dapat dipungkiri bahwa Covid-19 telah membawa dampak yang sangat besar di segala lini kehidupan. Hingga pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang perlahan mulai memasuki era normal baru.

New normal atau normal baru merupakan sebuah kebijakan agar berbagai aspek kehidupan dapat tetap berlangsung. Perlu diketahui penerapan PSBB yang telah di terapkan memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Kemenaker merilis hingga 2 Juni sekitar 3,05 juta warga mengalami PHK dan dapat melonjak hingga mencapai 5,23 juta. Sedangkan pada sektor wisata, Whisnutama mengungkap wisatawan hanya 5 jutaan dari perkiraan 16 juta.

Belum lagi jika melihat kantor-kantor yang menerapkan work from home selama covid-19. Work from home membuat durasi kerja lebih lama dari kerja biasa. Hal ini diungkap hasil survei Kemenkeu yang menunjukkan hampir setengah karyawan bekerja lebih banyak dari normal.

Sehingga pemerintah memberikan pelonggaran agar masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Aktivitas ekonomi mulai menggeliat, kantor-kantor telah banyak dibuka, wisata pun mulai dibuka.

Agenda-agenda yang telah tertunda perlahan kembali dilaksanakan. Salah satu yang sempat tertunda yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Pilkada di New Normal

Tahun 2020 merupakan tahun politik di Indonesia karena banyak agenda pemilihan kepada daerah yang dilaksanakan. Akibat Covid-19, penundaan Pilkada pun terpaksa dilakukan. Hal ini ditandai dengan keluarnya Perppu Nomor 2 Tahun 2020.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada awal Juni telah mengumumkan akan melanjutkan pelaksanaan Pilkada. Artinya 270 wilayah dari 9 provinsi akan menggelar Pilkada serentak. Hal ini mendorong semua kontestan kembali bergerak pun di tengah Covid-19.

Tentu menjadi pembeda dalam merebut suara rakyat di tengah Covid-19. Jika sebelumnya pada calon pemimpin bergeliat dari satu tempat ke tempat lainnya cara bebas, namun di era normal baru ini akan terasa berbeda. Calon pemimpin tidak akan bisa leluasa melakukan kunjungan. Hingga terbatasnya ruang pertemuan langsung dengan jumlah yang banyak.

Untuk itu para calon yang akan bertarung di Pilkada sudah barang tentu merumuskan formulasi agar kegiatan agenda-agenda politiknya dapat dijalankan. Cara lama sudah di era normal baru ini sudah tidak lagi konteks.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah melihat pola gerakan dari generasi milenial. Kemampuan beradaptasi dan kreativitas milenial dapat ditetapkan bagi para calon kontestan Pilkada.

Bergerak Ala Milenial

Generasi milenial merupakan generasi unik dan memiliki kemampuan untuk berkembang dengan baik. Temuan dari Alvara Research mengungkap bahwa karakter generasi milenial yakni kreatif, percaya diri, dan pandai bersosialisasi.

Kemampuan tersebut menjadi bekal yang penting untuk berkembang dapat situasi apapun. Dapat dilihat selama Covid-19 generasi milenial tetap berkreasi melalui bidangnya masing-masing.

Generasi milenial menjadi generasi unik karena paparan teknologi yang berkembang pesat sehingga mempengaruhi pola pikir dan nilai-nilai.

Ada yang membuat kampanye-kampanye tentang Covid-19 di media sosial. Ada yang melakukan pengggalangan dana langsung dan online untuk membantu warga yang terkena dampak Covid-19. Ada juga membuka pembelajaran secara gratis melalui online guna membantu pelajar yang mengharuskan belajar dari rumah.

Ada juga yang membuat perlengkapan yang berkaitan dengan pencegahan hingga melakukan riset tentang Covid-19. Semangat dan daya kreasi milenial telah memberikan kontribusi di berbagai bidang.

Gagasan dan kreativitas generasi milenial dapat dimanfaatkan oleh calon kontestan Pilkada agar tetap eksis melakukan agenda-agenda politik di era normal baru. Merubah model agenda politik bukanlah hal yang tabuh dan sulit dilakukan. Bersikap terbuka salah satu kunci agar agenda politik dapat berjalan dengan maksimal.

Bahkan bukan tidak mungkin malah generasi milenial yang turut serta dalam agenda Pilkada. Dengan modal unik yang dimiliki memberikan peluang di Pilkada serentak 2020!

 

Penulis: Mudassir Hasri Gani, akrab disapa Acil merupakan pemerhati sosial dan kepemudaan dan founder komunitas Teman Mudata.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.