Mon, 24 Jun 2024
Inspirasi / Dec 07, 2022

Sarjana Dengan Hasil Jualan Pulsa

Mengenal Firdaus, sosok laki-laki yang berasal dari keluarga sederhana di sebuah perkampungan kecil bernama kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Kedua orang tuanya bekerja sebagai seorang petani. Meskipun begitu, semangat meraih kesuksesan tidak pudar, mengingat ada harapan yang harus dipikul di kedua pundaknya.

Terlahir sebagai anak tertua dari 4 bersaudara, membuat dia memiliki tanggung jawab berkali-kali lipat. Sedikit kisah dari Firdaus, sebuah kisah inspiratif dari keluarga sederhana tapi mempunyai impian begitu besar. 

Plot...

Kisah saya dimulai pada tahun 2016. Saat saya lulus di sekolah SMA Aksara Bajeng. Dimana kita sudah harus menentukan untuk lanjut kuliah atau langsung kerja. Di sekolah, saya merupakan salah satu siswa yang berprestasi. Beberapa guru mendorong saya untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, melihat potensi yang saya miliki.

Namun, sejujurnya secara pribadi saya tidak bisa lanjut kuliah karena kedua orang tua tidak mampu untuk membiayai kuliah yang pasti biayanya tidak sedikit. Meski begitu, disisi lain niat begitu besar dari dalam diri saya untuk melanjutkan kuliah hingga waktu itu saya memutuskan untuk mendaftar SNMPTN dan SBMPTN berkat dorongan dari berbagai pihak terutama guru di sekolah. 

Ada sebuah kata yang masih tersimpan rapat dari guru saya waktu itu, dia bilang begini “kamu pintar nak, sayang kalau tidak lanjut ke jenjang perguruan tinggi. Karena ilmu itu akan bermanfaat di kemudian hari”. Berkat itu, saya termotivasi untuk memberanikan diri mendaftar di perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN dan mengambil beasiswa kuliah dari program pemerintah yaitu Bidikmisi.

Tapi, kenyataan berkata lain, saya tidak lulus untuk kedua jalur tersebut. Bahkan, daftar melalui jalur tulis (SBMPTN) pun, tidak lulus. Sedih dan kesal bercampur aduk menjadi satu, rasanya sakit melihat perjuangan panjang dan harapan begitu besar dari orang-orang yang mendukung tapi kenyataan tidak sesuai ekspektasi. 

Seiring waktu, saya mulai berpikir, Allah mungkin mempunyai rencana jauh lebih baik dari yang saya pikirkan. Mulai dari situ, menempuh berbagai cara agar bisa berkuliah dan akhirnya impian saya bisa terwujud, saya diterima sebagai mahasiswa di jurusan Filsafat Agama fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Salah satu Universitas bergengsi di Sulawesi Selatan.

Ini bukan kisah sebagai ajang untuk menyombongkan diri. Tapi, saya ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa orang seperti saya, dari keluarga sederhana dan tidak punya uang juga dapat berkuliah. Akhirnya saya bisa mematahkan pikiran orang-orang termasuk tetangga saya yang dulu mengatakan, anak seperti saya tidak bisa kuliah karena tidak punya uang. 

Selama kuliah, karena tidak ingin membebani orang tua dengan biaya tambahan, saya memutuskan untuk menjual pulsa. Alhamdulillah berkat itu, saya bisa membayar SPP sampai mendapat gelar S.Ag. 

Lagi dan lagi, rasa syukur tiada terkira. Dari kisah kecil itu, kehidupan keluarga kami berubah. Saya sudah mendapat gelar sarjana, bapak saya diangkat menjadi ketua RT dan ibu saya sebagai kader PKK serta adik saya juga bisa berkuliah di universitas yang sama dengan Bidikmisi. Pesan saya untuk teman-teman diluar sana, bahwa “Tidak ada yang tidak mungkin selagi kita mau melakukannya”.

 

Penulis: Firdaus, pendiri Pusaka Bu'le Pusat kreativitas buku literasi.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.