Aku Tak Dendam, Kau Tak Terlupakan
Aku tak dendam, kau tak terlupakan
Dari pada aku terlena...
Lebih baik aku merana, merana untuk memoles indah jiwaku!
Dari pada aku terusik
Lebih baik aku berisik, berisik mengasikkan cumbu ilmu
Jejakmu terpoles dalam aspal beton yang tak kunjung kering
Bibirmu terjerembab dalam lidahmu
Maaf ku suguhkan, otakku tak bisa dibuang,
Aku tak dendam, kau tak terlupakan.
*
1 Bumi 2 Dunia
Air, dedaunan, menghilir di bawah embun yang terpendar.
Petani, pekebun, sarapannya pun tak basi.
Melakon tenang, mencumbu dengan alam.
Menikmati peluk hangat, mencumbu keringat.
Haha...
Betapa gurih kala itu.
Kini pulang, hanya menikmati nikmat;
Nikmat sendiri!
Dunia membelah diri,
Dunia bumi, dunia layar caci maki.
Sorotan menjadi raja,
Kuno dianggap petaka.
Menguber validasi,
Dua dunia satu bumi.
*
Mesin Kata
Suatu hari aku bermain dengan mesin,
Mesin bilang “Aku! Idola manusia”
Aku merenung gumam “mesin kok punya mulut”
Peri bilang,”Mulutmu harimaumu—Jarimu harimaumu”
Entah!
Siapa yang banyak berkata?
Membanjiri dopamin jagat raya,
Tsunami cerca megubur tentram,
Yang mengerti tenggelam, yang beraksi terbuntang.
Apakah mesin tetaplah mesin?,
Manusia tetaplah manusia?.
Biarlah bagaimana...
Mesin bisa berkata,
Manusia bisa merasa.
*
Giat Menggeliat
Wahai sodaraku...
Aku tersengut sunyi di heningku
Tertindih campakan batu sabdamu
Merasuk dalam, minum pun tak pelan.
Sabda tlah berganti busana,
Menjadikan gaibnya linu jiwa,
Namun...
Mungkin aku mesti senyap, biar negriku tak lenyap.
Tolong...sodaraku, ambillah racunmu
Warga tak butuh hama celotehmu.
Yang digadang adalah ilmu,
Yang perlu adalah bersatu.
Jangan merasa ter-azmat
Ingin emas berkarat... Tapi terus berbuat-buat.
*
Sibuk Cari Salah
Engkau tak ada kapok-kapoknya ya sayang!
Saudaramu tertimpa kau sibuk tertawa
Saudaramu bermusibah kau sibuk rebah
Apa lagi yang ingin kau gerogoti dariku!
Bagi kami bangunan bukan penghancur keteguhan
Reruntuhan bukan pelebur kesemangatan.
Justru lemamu yang membuat kami top up kekuatan!
Penulis: M. Azka Ulin Nuha atau M. A. Ulin Nuha lahir di Kendal, Jawa Tengah. Merupakan alumni Pondok Pesantren Al-Munawwir Gringsing. Adalah mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang berumah di Pondok Pesantren Al-Musthofa Ngeboran. Ialah pernah menulis puisi di Residensi Sastra Kendal, kontributor buku antologi puisi, dan pernah ikut serta dalam kegiatan PSK(Pelataran Sastra Kaliwungu) di Perpusda Kendal. Pernah menulis puisi di Majalah Elipsis dan Tebuireng Online.