feature-top

CATATAN SEORANG IBU

Kali ini harimu begitu berbeda
Ada warna baru yang ‘kan usia
Lalu, semua kembali seperti semula
Seperti kemarin yang kaulalui

Tujuh belas tahun telah hilang
Tak ada yang lebih dari bayang
Di depan, harapan terbentang
Impianku menggunung

“Nak, harimu masih terlalu tabu
Jatuh bangun masih menantimu
Namun, setidaknya kau tak ragu
Citamu adalah kejora di musim hijau”

Rahimku masih utuh untukmu
Tak lekang oleh waktu

Kupang, 09 Oktober 2021

*

WALAU SEBATAS DOA

*) untuk ibu M

Kali ini kau ‘kan menanggalkan hari-hari
Seperti daun-daun di musim gugur yang usai
Pergi untuk waktu yang entah: abadi

Kita memang tak pernah bersua
Apalagi saling berjabat dan tertawa
Melepas rindu, suka dan duka

Tapi kita telah bersama mencipta ruang
Jatuh bangun hingga kadang ingin pulang
Menikmati kesendirian yang lapang

Tidak, itu bukan kamu, jika mundur
Karena sebelum orang-orang sibuk berkumur
Kau telah terjaga seperti detik yang berputar

Doa; kekuatan terbaik kita di antara jarak
Sebelum kaki tertatih untuk beranjak
Dan kembali sesudah bertindak
Pun untuk orang-orang yang sibuk
Menatap kita seperti budak

Kupang, 05 November 2021 

*

DI SAMPING KATEDRAL

Pagi masih suram dengan warna pastel
Tanpa gerimis, pun sisa hujan semalam
Jalanan begitu ramai dengan beragam mobil
Banyak orang lalu lalang dengan bungkam

Di bawah sebuah rambu lalulintas
Seorang lelaki setia menjaga tiang
Memajang wajah yang begitu memelas
Menanti uluran tangan-tangan yang hilang

Tak tahu berapa musim ia telah mengembara
Atau berapa purnama ia telah setia
Menyibak pagi hingga guratan senja manua
Dan kembali mengeja malam penuh sengsara 

Kupang, 15 November 2021

 
 
Penulis:  Werenfridus Taseseb lahir di Naip, sebuah desa kecil di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Karya-karya terbarunya dapat dinikmati dalam antologi puisi bersama Seserpih Benih Kasih (Kanisius: 2020)  serta Antologi Esai dan Kritik Sastra NTT (Kosa Kata Kita: 2021). Untuk mengembangkan hobinya, ia sedang mengelola sebuah grup kecil di IG: @aksara_pinggiran dengan memadukan karya seni puisi dan fotografi.