Mon, 24 Jun 2024
Puisi / May 30, 2024

Kura-Kura Tanpa Cangkang

Pelampung

Hilang yang mana yang sedang ku upayakan

Angan bahkan tidak dapat ku capai 

Ingatan tidak pernah tentangku

Ruang untukku hanyalah daftar tunggu

Aku bagimu barisan diantara ketidakpastian

Lautan dan pelampung kau hadirkan

Rangkaian penjelasan hari-hari mu dengannya

Angan menghadirkan aku sebagai pelampung

Hilanglah kenyataan diantara keputusasaan

Inginmu tentang dia entah siapa

Mendung yang kau impikan bukanlah aku

Badai yang tak pernah berani kau temukan

Aku yang tak pernah benar kehadirannya

Barangkali juga tidak nyata sebagai aku

17 Januari 2024

 

—-------

 

Kura-kura Tanpa Cangkang

senantiasa menunggunya

sisa malam menepi pelupuk mata

menantinya

kura-kura terluka dengan

atau tanpa cangkangnya

bergerak perlahan menunggu

yang tak mengerti arah jalan

wewangian telusuri yang lalu

bianglala terbengkalai

berhenti berputar

udara sesak mereka-reka

memudar jalannya

tanpa cangkang

ia memeluk sepi

dengan atau tanpa hujan

yang menyakiti

dengan atau tanpa cangkang

ia berjalan dengan begitu saja

tersenyum mengangkat sisa

dalam tubuh

dalam lamunan

dalam harapan

diantara ramai

penolakan menanti

pemberhentian terakhir

diseberang sana

aku senantiasa menunggu

dengan atau tanpa cangkang

kabut bergumul

pertanyaan saling menangkis

kenyataan yang ada

tidaklah benar adanya

tetapi aku senantiasa

menunggu dengan atau tanpanya

aku tetap disisa malam

melihat bianglala terjerat

tanaman merambat

berbisik memeluk

bianglala kesepian

tiada yang dapat penghiburan

gemerlap cahaya

kawanan remaja memandang

tontonan sepasang yang mencinta

anak dan permen kapas

pada tangannya

digendong ia oleh bapaknya

dan ibu yang tersenyum

menanti bianglala

tidak lagi ada

kunjungan serupa mereka

tinggallah tanaman merambat

dan aku yang senantiasa menunggu

05 Mei 2024

 

—------

 

Roti Panggang Cokelat

Tujuan apa yang sama dengan kita?

Samar serampangan merasa

Jemari lebih mahir melangkahi isi pikiranmu

Manis dan sedikit rasa pahit yang tidak tercerna

Kekosongan yang menampar

Boleh ku tahu rasa sepimu seperti apa yang harus menaklukkanku?

Selai cokelat sewarna mata

Kau serampangan mendekat

Sulit menyembuhkan diriku

Menagih kehadiranku

Bersedia ditempatkan rindumu

Kesulitan mencerna lukaku

Meringkuk aku sedang bermimpi

Kau demam mengigau yang lain

Pesanan apa yang tidak tertuju sama denganku?

Kau lahap menghabiskan

Tidak terencana, aku melihatmu

Berikut juga ketidakmampuan

mengenali aku, serupa roti

Membuatmu kenyang

dan terasa hambar aku lewati pencernaanmu

 

Takalar 06 Mei 2024

 

Penulis: Rika Rukmana Rahmat

 

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.