feature-top

Persaksian

Takdirkah ini?
Aku terlahir diantara mata-mata yang buta
atas derita yang nyata
hati yang terkunci dari iba
atas orang-orang senegeriku
yang dirajam pasal-pasal ngeri.

Salahkah jika,
aku berteriak karena terinjak,
teraniaya oleh pemimpin yang mengaku bijak
Sementara hak rakyat telah lama terbajak
terjebak oleh konspirasi para elit borjuasi.

Benarkah jika,
para pemimpin telah mabuk
meneguk arak bersama infestor kotor
yang menyelami Indonesia hanya demi
emas dan batu bara dihutan-hutan,
tempat harapan hidup bagi petani.

Jika mulut-mulut telah dikunci
demonstrasi dibungkam oleh intruksi
Maka biarkan puisi mengumandangkan persaksian
Mewakili setiap perih dan jeritan penjuru negeri

Luwuk, 02 Maret 2021

*

Sekali Pergi

Wajah-wajah bahagia
Ada harapan dari bola matanya
Negeri seberang yang menanti
Mimpi yang tersayat belati

Tak seorang pun kenali
Raga ini yang dibawa pergi
Lautan tenang menemani
Senyuman rindu penuh arti

Salakan, 16 Agustus 2019

 

Penulis: Tri Sugianto H. SumaniPenulis buku kumpulan puisi berjudul PERTANDA DALAM HENING. Pendiri Komunitas Pena Jalanan dan Human Literasi. Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Luwuk. Dapat dijumpai @gie.sastra.