Puisi-Puisi Ismullathif
Dini hari semakin dekat
Petang semakin melekat
Masa depan semakin menggeliat
Akan dirimu yang kupikat
Meskipun baru sehari ku mengenal,serasa sudah berabad abad lamanya
*
Menapak Gunung
Berkelana menyusuri bumi yang tak berujung
Dibalik kerumunan yang terpancar
Segitiga kokoh menjulang di tengah pulau
Latar langit biru nan membentang
Pesona alam tiada dua tiga berapa pun itu
Angin sejuk tenangkan rasa
Kaki menapak ditengah penasaran
Kepada tumbuhan hijau
Sejauh mata memandang
Sejauh rindu menetap
Segumpal penat
Terbayar lunas oleh panorama
Pemberian tuhan
*
Pandemi
hal itu kian membelenggu
meresahkan berjuta umat di semesta
tak disangka tak diduga
perlahan namun menyiksa
hidup tergantung dari bersikap
sikap dalam mengambil keputusan
kedisiplinan menjadikan modal utama
disetiap sisi persoalan yang ada
banyak akibat yang terjadi
akan hal itu
setiap saat kutundukkan kepala
menuju sajadah
memohon pada yang kuasa
agar keadaan dikembalikan seperti semula
*
Mesin Waktu
waktu.....
hari ini akan jadi masa lalu
mentari berganti jadikannya rembulan
bersinar terangi alam
ditemani kunang kunang bersama
jangan terdiam dan meragu
tak gentar menapak waktu
jadilah insan yang digugu dan ditiru
esokmu harapan kini
perjuangkan semua impian
raih apa yang dicita citakan
waktu akan menjalankan tugasnya
pengorbananmu takkan berkhianat
atas apa yang diperjuangkan
perjalanan akan menggulirkan panahnya
waktu terus berjalan dan berputar
jangan untuk kau sia siakan
Penulis: Ismullathif, mahasiswa yang aktif di BEM dan Ikatan Mahasiswa Asal Padang. Suka menulis puisi.