Sat, 13 Apr 2024
Warta / Aug 22, 2021

Data: Kebutuhan atau Prioritas Utama

Bayangin deh saat ini kamu punya banyak banget barang di kamar kamu, mulai dari barang yang emang menjadi kebutuhan primer kamu hingga barang kesukaan kamu yang kamu beli cuma karena sebatas hobi,atau bahkan ada juga barang yang udah ga pernah kamu pake, tapi masih kamu simpen di kamar kamu, little bit messy, right? Tentu kamu pasti pengen kamar kamu rapi dan ga berantakan lagi, gimana caranya? Tentu dibereskan!

Lho, terus sebenernya apa sih yang dimaksud dengan data itu? Apa korelasinya sama barang-barang yang dibereskan? Yuk kita simak bersama, dimulai dari definisi data!

Kalo kata bapak Jack Vaughan (2019) yang dikutip dari Tech Target, dalam ilmu komputasi data itu merupakan kumpulan informasi yang telah diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih efisien untuk pergerakan atau pemrosesan.

Nah, sama halnya dengan barang berharga yang kamu miliki, data pun sangat perlu untuk kamu kelola dengan rapi dan jaga dengan baik, terutama bagi perusahaan atau organisasi yang menyimpan data dalam jumlah yang sangat besar.

Semisalkan ga ditangani dengan baik, hal tersebut bisa bikin kita kewalahan dan bisa munculin resiko-resiko lain terkait pengelolaan pada data tersebut, bahkan dampak luasnya bisa bikin organisasi atau perusahaan kehilangan peluang atau merugi. Tentu hal tersebut secara logis bikin eksistensi data yang awalnya cuma jadi kebutuhan semata, berubah menjadi salah satu prioritas utama yang nggak bisa dibantahkan. Well, that’s escalated quickly!

Terus misalkan kita punya banyak banget nih jenis data, bahkan ada jutaan data yang dimiliki oleh perusahaan kita, gimana sih cara mengolahnya? Ga mungkin satu-satu secara manual dan parsial kan? 

Nah, kehadiran dari Data Lifecycle Management merupakan salah satu solusi yang paling tepat untuk menjawab permasalahan tersebut. Sederhananya, Data Lifecycle Management adalah sebuah metode atau proses pengolahan data yang digunakan untuk mengolah data sebuah organisasi atau perusahaan. Ilmiahnya kalo kata bapak Sujith Kumar (2020) yang dikutip dari Stealthbitsi, Data Lifecycle Management dapat didefinisikan sebagai tahapan berbeda yang dilalui data sepanjang hidupnya, mulai dari awal hingga pemusnahan.

Dengan adanya Data Lifecycle Management, jumlah data yang banyak banget itu bisa terkelola dan tersimpan dengan baik, bisa diakses dengan mudah, bahkan bisa diarsipkan sesuka hati dan dihapus semisalkan data itu udah nggak diperluin lagi.

Manfaat yang bisa didapetin oleh organisasi atau perusahaan kalo mereka menggunakan metode Data Lifecycle Management dalam mengolah data mereka itu ada banyak, contohnya nih dengan metode Data Lifecycle Management ini sangat memungkinkan organisasi atau perusahaan untuk memenuhi persyaratan yang diterapkan oleh masing-masing sektor terkait agar penyimpanan data dapat terpenuhi dan terlaksana dengan baik. 

Lalu metode ini juga bisa menjamin adanya sebuah infrastruktur perlindungan data yang cukup baik, sehingga bisa membantu organisasi atau perusahaan dalam keselamatan data. Yang paling utama dan yang paling kerasa manfaatnya ya tentu dengan metode ini bisa menghasilkan sebuah konsep ketersediaan data yang bermanfaat, bersih, dan akurat yang selalu siap tersedia untuk seluruh pengguna, sehingga meningkatkan kelincahan dan efisiensi kinerja organisasi atau perusahaan.

Sederhananya, tahapan pertama dimulai dari pengumpulan data yang mana kita ngumpulin data-data tersebut dengan berbagai metode. Kedua, kita harus nyimpen data dengan optimal menggunakan partisi. Ketiga, tahap akses data harus melalui proses review yang udah dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Keempat, distribusi data ke para pihak yang membutuhkan. Kelima, tahap pengarsipan data bisa diakses melalui partisi yang udah kita buat sebelumnya, jadi bakal semakin mudah tentunya buat kita mengarsipkan data-data tersebut. Tahap terakhir ini mungkin bertujuan untuk menghemat biaya penyimpanan yang mana kita bisa hapus data kita kalo data tersebut emang bener-bener udah nggak dibutuhin lagi.

Nah, dalam penerapan Data Lifecycle Management ini, seluruh proses pengumpulan data, proses penyimpanan data, proses akses data hingga proses pengarsipan bakal dilakukan berulang, sehingga untuk memudahkannya, seluruh proses siklus pengelolaan datanya dapat di automasi agar nggak perlu lagi ada intervensi metode manual dalam proses pengerjaannya.

Gimana, setelah mengerti alur singkat pengolahan data, menurut kalian data itu cuma kebutuhan semata atau emang udah jadi prioritas utama? Intinya data itu sangat penting, diawali dengan peran sebagai kebutuhan hingga menjadi prioritas utama yang harus kita kelola dan jaga dengan baik. Yes, that’s data for all.

 

Penulis: Bagas Hidayat Putra analis & penulis lepas. Dapat dijumpai melalui instagram dan twitter @bangbgs.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.