Sat, 13 Apr 2024
Warta / Jan 04, 2021

Salvador Dali: Simbol Perlawanan Money Heist

Ada yang sudah menonton Money Heist/La Casa de Papel? Money Heist merupakan salah satu serial drama televisi kriminal terbaik yang pernah ditayangkan. Serial drama ini pertama kali tayang di Spanyol pada pertengahan Mei 2017. 

Setelah dibeli oleh Netflix, Money Heist lalu disiarkan secara global pada akhir tahun 2017. Sejak penayangannya secara global, Money Heist telah berhasil menarik hati jutaan penonton. Tercatat Italia, Argentina, Prancis, Brazil, Chile, dan Portugal menjadikan Money Heist sebagai film terlatis Netflix. Hingga sekarang, Money Heist telah tayang sebanyak 4 season.

Money Heist sendiri bercerita tentang sekelompok orang yang dipimpin oleh Professor untuk merampok bank. Perampokan yang direncakan dengan rapi yang sangat menentang terjadinya pembunuhan. Setiap anggota kecuali Professor memiliki nama kota sebagai panggilannya.

Salah satu fakta seperti dikemukakan oleh penulisnya, Alex Pina bahwa dalam pembuatan Money Heist, dia menyiapkan 50 skenario agar episode pembukanya berkesan dan fantastis. Tak heran jika penonton dibuat berdecak kagum dan selalu menunggu kejutan yang hadir. 

Alur cerita Money Heist sungguh memberikan kejutan di tiap episodenya. Tidak mengherankan bila IMDb memberikan skor 8.5 dari 10 untuk serial ini. Sedangkan Rotten Tomatoes memberikan skor 91%.

Salah satu hal yang menarik dari serial ini adalah kostum yang menjadi ciri khasnya. Jumsuit merah dengan topeng berkumis panjang dengan mata mendelik terlihat mencolok dan tetap dipertahankan hingga memasuki season 4.

Berdasar dari film dokumenter Money Heist: The Phenomenon, topeng Dali menjadi salah satu simbol perlawanan, dan kampanye yang beberapa negara. Baik itu sosial, lingkungan, kesetaraan hingga feminisme. Lantas, siapakah Dali itu? Atau lebih tepatnya Salvador Dali?

Salvador Dali

Salvador Dali merupakan salah satu pelukis terkenal dari Spanyol yang hidup pada abad 20. Lahir pada 11 Mei 1904 hingga menutup usia pada usia 84 tahun ini dikenal melalui karya-karyanya yang surealis. Surealis memiliki ciri yakni bentuk paradoks dan ilusi.

Salvador Dali sendiri lahir di keluarga yang mapan dengan ayahnya sebagai seorang notaris. Sejak kecil, Dali telah memiliki minat pada dunia seni. Diajari oleh seniman lokal pilihan ayahnya, Ramon Pichot, dan pameran pertamanya pun dimulai tahun 1918.

Karya-karya Salvador Dali banyak diinspirasi dari Gerakan Dada di Zurich tahun 1916. Gerakan seni ini merupakan salah satu bentuk protes anti kemapanan. Salah satu karya yakni hanset lobster yang dihubungkan pada telepon. Melalui patung itu, Dali ingin menunjukkan bahwa teknologi komunikasi mengasingkan satu sama lain.

Pada penelitian Dine The influence of Salvador Dalí on Social Communication in the Years Following Second World War yang dimuat di Academic Journal of Interdisciplinary Studies tahun 2015, menyebutkan bahwa Salvador Dali membuat perbedaan karena ia mengubah sudut pandangnya melihat lukisan objek atau manusia dalam sebuah bentuk nuklir atom, menyebut periode ini kreativitasnya Nuclear Mysticism.

Nuclear Mysticism sendiri menurut Salvador dari ialah memasukkan beberapa pengetahuan fisik ke dalam karya seninya. Dali menggunakan pendekatan kritis dalam melihat dunia lalu dituangkan dalam karya-karyanya. Hal ini dipengaruhi selama perang dunia ke II dan setelah ia dan istrinya, Gala pindah ke Amerika. Terlebih ketika saat bom atom digunakan, Dali memiliki daya tarik terhadap kekuatan atom dan dinamika fisik.

Dali sendiri memiliki teater museum yang diresmikan tahun 1974. Teater museum ini mengoleksi karya-karya Dali dan terletak di Figueres, tanah kelihatan Dali.

Dalam satu satu wawancara, Dali mengungkap bahwa dia tidak memberikan apa pun pada seni, selama dia menganggap dirinya seorang pelukis yang buruk karena dia jauh lebih pintar sebagai pelukis yang baik.

Perjalan karir dan sikapnya yang eksentrik dan penuh kejutan menjadikan Dali digunakan sebagai simbol dalam Money Heist, sebagai bentuk penghormatan akan perjalanan hidup dan karya yang dihasilkannya.

 

Penulis: Riszky, editor pronesiata.id

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.