Wed, 28 Feb 2024
Editorial / Sep 01, 2023

Ingatan dan Agustus yang Telah Usai

Pada 17 Agustus yang lalu, saya mengunjungi Pulau Lae-Lae, salah satu pulau kecil di Kota Makassar. Hanya dengan 10 ribu rupiah dengan menyewa kapal penumpang, kita sudah menikmati pesona pulaunya yang berpasir putih. Waktu tempuh sendiri sekitar 10 menit dari dermaga Kayu Bangkoa.

Ini adalah kunjungan saya yang perdana di pulau ini. Saya mengunjungi pulau ini setelah melihat sebuah flayer tentang akan diadakannya festival layang-layang disana. Flayer itu seketika mengingatkan saya pada saat kecil, yang juga sering bermain layang-layang.

Sayangnya, khayalan untuk menikmati berbagai layangan yang terbang di pulau itu lantas hilang lantaran ternyata tidak ada festival layang-layang disana! Awalnya kecewa, sungguh!

Namun menikmati sore hari dengan pemandangan sunset dan gedung-gedung menjulang tinggi Makassar dari pulau Lae-lae cukup sedikit merasakan lagi ingatan masa kecil.

Bermain layang-layang, masih banyaknya lahan-lahan kosong untuk beraktivitas bermain layangan dan kenangan-kenangan indah lainnya saat kecil. Dan semua itu waktu itu tentu diberikan oleh orang tua dan lingkungan yang mendukung. Sore itu terasa menyenangkan!

Pertanyaan kemudian yang muncul, pentingkah masa kecil yang bahagia? Apakah masa kecil yang bahagia berdampak terhadap kesehatan mental?

Ingatan Masa Kecil

Agustus memberikan kita ruang untuk kembali mengingat masa kecil. Ada berbagai momen yang diberikan untuk itu.

Ingatan telah berperan penting dalam aktivitas kita. Mengingat pengalaman masa kecil ternyata yang menyenangkan ternyata memberikan dampak yang baik terhadap kesehatan mental kita.

Penelitian yang dilakukan oleh William J. Chopik dan Robin S. Edelsen menunjukkan jika ingatan masa kecil yang bahagia cenderung jarang mengalami depresi. Penelitian yang dimuat di Health Psychology tahun 2019 itu menjelaskan ingatan memainkan peran besar untuk memahami kehidupan yang membuat kita mampu mengambil tindakan di masa depan.

Ingatan yang menyenangkan juga membantu kita dalam hubungan sosial. Studi yang dilakukan oleh Abayta, Routledge dan Juhl tahun 2015 mengungkap jika mengingat masa lalu yang bahagia meningkatkan perasaan dicintai dan dilindungi. Hal itu memungkinkan seseorang memiliki kecemasan yang rendah.

Pengalaman masa kecil yang menyenangkan didapatkan melalui pengalaman hubungan yang asli dan beraktivitas dengan apa adanya akan mendorong anak untuk membentuk kehidupan moralnya. Hal ini berguna dalam aktivitas sosialnya dan belajar untuk lebih mencintai kehidupannya.

Studi yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology itu juga menemukan kenangan masa lalu yang indah membuat kita menjalin hubungan sosial yang lebih baik.

Studi yang dilakukan oleh Bianca Thoilliez tahun 2011 menunjukkan jika pengalaman masa kecil yang menyenangkan didapatkan yang terbesar berasal dari keluarga, hubungan persahabatan dan teman sebaya, prestasi sekolah dan acara khusus. Selain itu pengalaman menyenangkan masa kecil juga datang dari waktu luang, moralitas dan nilai-nilai.

Apa Pembelajarannya?

Peran keluarga dan lingkungan dalam aktivitas masa kecil sangat berpengaruh yang membuat kita merasa aman. William J. Chopik menjelaskan jika pola pengasuhan dan lingkungan yang membuat kita mendapatkan pengalaman menyenangkan saat kecil cenderung memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik.

Dari hal tersebut juga ditemukan jika pengalaman masa bahagia saat kecil ternyata mendapatkan kesehatan fisik yang lebih baik. Artinya penting bagi orang tua atau calon orang tua memberikan pengalaman yang menyenangkan terhadap anaknya.

Melanie Mallers, profesor psikologi dari California State University menjelaskan tidak hanya ibu yang terpusat dalam pengasuhan, melainkan ayah berperan penting untuk kesehatan mental anak di kemudian hari.

Penelitiannya terhadap 912 pria dan wanita mendapatkan fakta pengalaman indah masa kecil khususnya dalam proses pengasuhan ternyata mendapatkan sedikit tekanan psikologis dibanding yang melaporkan hubungan yang buruk. Hubungan yang baik dengan ayah saat kecil ternyata lebih cenderung mampu mengendalikan emosinya saat dihadapkan pada kondisi stres.

Selain itu penting juga melihat bagaimana lingkungan anak seperti tempat bermain dan sekolah diciptakan untuk mendapatkan pengalaman yang berharga dan menyenangkan dalam tumbuh kembang anak. Lantaran lingkungan sekolah dan tempat bermainnya memiliki porsi besar dalam aktivitas keseharian anak.

Memberikan perhatian yang penuh dengan pengalaman dan keterampilan yang dibutuhkan oleh anak akan membantu menghadapi tantangan hidup saat dewasa. Beberapa ahli berpendapat jika kenangan masa kecil yang indah akan membawa kita dalam proses pendewasaan. Warisan akan pengalaman menyenangkan itu akan memberikan keseimbangan kesejahteraan psikologis.  

Saya mencoba menutup tulisan ini dengan sebuah lirik lagu dari Elfa Singers, Masa Kecilku, ingin ku kembali ke masa yang lalu, bahagianya dulu waktu kecilku sembari mengingat teman-teman masa kecil!



Penulis: Muhammad Riszky, dalam beberapa bulan terakhir banyak menghabiskan waktunya di warung kopi.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.