Wed, 28 Feb 2024
Editorial / Dec 12, 2023

Wujud Kepedulian Lingkungan Melalui Olahraga

Nama SpoGomi berasal dari dua kata, yaitu sport atau olahraga dalam Bahasa Inggris dan gomi atau sampah dalam Bahasa Jepang. Kompetisi Olahraga Memungut Sampah sudah dilakukan di Jepang sejak tahun 2008.

Olahraga ini diciptakan pada tahun 2008 oleh perwakilan Social Sports Initiative, Mamitsuka Kenichi, dengan slogan, "Trash pickup is a sport!”. Kini Kompetisi SpoGomi menjadi olahraga populer yang diselenggarakan secara internasional, termasuk Rusia, Myanmar, bahkan Indonesia.

Kompetisi SpoGomi bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan sampah melalui olahraga. Persoalan sampah merupakan salah satu tantangan sosial bagi masyarakat sekitar.

Permasalahan sampah tidak bisa hanya bergantung dan ditangani oleh pemerintah daerah atau hanya segelintir orang. Masyarakat sekitar juga harus mempertanggung jawabkan sampah yang dihasilkan oleh mereka, salah satunya melalui olahraga memungut dan memilah sampah ini.

Kompetisi SpoGomi memiliki peraturan permainan. Berdasarkan Journal of Sports Science, SpoGomi terdiri dari pemain, lawan, dan wasit. Kompetisi ini dilakukan secara tim atau berkelompok dengan setiap tim beranggotakan 3-5 orang.

Semua peserta diwajibkan mengenakan sarung tangan dan disediakan penjepit untuk mengambil sampah. Aturan yang sangat jelas untuk peserta, yaitu dilarang memungut sampah di dekat jalan raya atau rel kereta api. Antar tim bersaing dengan cara memungut sampah di area yang telah ditentukan.

Selain memungut, tim juga perlu memilah sampah sesuai sifatnya dengan benar ke dalam kantong berkode warna, misalnya kantong kuning untuk sampah plastik yang bisa didaur ulang atau kantong putih untuk kaleng logam. Para peserta meneriakkan “Memungut sampah adalah olahraga!” sebelum berlari ke area yang ditentukan.

Berdasarkan laman resmi websiteSpoGomi World Cup, kompetisi SpoGomi biasanya berlangsung selama 60  menit serta penambahan waktu 20 menit untuk penyortiran. Perolehan poin ditentukan berdasarkan kuantitas dan kualitas sampah yang didapatkan.

Perhitungan poin dilakukan dengan menimabng sampah sesuai sifat sampah, misalnya 10 poin untuk setiap 100 gram sampah plastik atau 100 poin untuk setiap 100 gram puntung rokok. Jika terjadi jumlah poin yang sama, makan pemenang ditentukan oleh kualitas sampah, dengan poin berdasarkan jenis.

Tim juga perlu menyiapkan strategi dalam menentukan rute yang harus dilalui untuk memungut sampah karena tim selalu didampingi oleh wasit. Wasit bertugas untuk mengawasi tim dan mencegah tim yang memungut sampah di luar area dan memungut sampah dari tong sampah. Wasit memiliki kartu kuning dan merah untuk memberikan pelanggaran pada tim yang tidak mengikuti peraturan.

SpoGomi dikategorikan sebagai olahraga luar ruangan Olahraga ini memiliki tiga fitur utama. Pertama, penyelenggaraan lomba dapat dilakukan di mana saja, baik di kota, pantai, maupun pegunungan. Kedua, olahraga ini tidak memandang jenis kelamin dan usia.

Anak kecil, anak usia sekolah, orang dewasa, dan lansia dapat menikmati olahraga ini bersama. Ketiga, masyarakat dilibatkan karena olahraga ini didasarkan pada kerjasama di tingkat masyarakat antara pemerintah, pemerintah daerah, sekolah, dan perusahaan.

Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan berkesempatan menjadi tuan rumah kompetisi internasional bertajuk SpoGomi World Cup 2023 Indonesia Stage pada Sabtu, 18 Maret 2023 dengan penyelenggara dari Yayasan The Nippon Foundation. Menurut pihak Yayasan The Nippon Foundation, Indonesia merupakan negara pertama yang mengadakan penyisihan untuk SpoGomi World Cup bulan November 2023 di Jepang.

Ada 33 tim yang mengikuti babak penyisihan tersebut mulai dari kalangan ibu-ibu, komunitas, bahkan anak-anak. Perwakilan Yayasan The Nippon Foundation, Mr. Takayasu Udagawa, menyampaikan bahwa SpoGomi memiliki slogan “Change For The Blue” agar laut bisa kembali biru dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Pemenang dari SpoGomi Maret kemarin akan mewakili Indonesia di SpoGomi World Cup yang akan digelar tanggal 22 November 2023 di Jepang.                                      

Sebagai persiapan kompetisi dunia yang dijadwalkan pada 22 November 2023, turnamen kualifikasi atau penyisihan diadakan di berbagai negara di dunia, yaitu Indonesia, Vietnam, Brazil, Filipina, Spanyol, Moroko, Italia, Thailand, India, Swedia, USA, UK, Malaysia, Australia, Jerman, Perancis, Pakistan, Bulgaria, Afrika Selatan, Kanada, termasuk Jepang sendiri.

Tim yang lolos akan bertanding di SpoGomiWorlCup yang diselenggarakan di Jepang. Pengumuman SpoGomi World Cup 2023 akhirnya diberikan kepada United Kingdom. Tim pemenang biasanya mendapatkan sertifikat atau piala, dan mungkin hadiah kecil dari sponsor. SpoGomi sebenarnya bukan tentang hadiah.

Peserta menikmati sifat kompetitif olahraga, bekerja sama dengan tim, memanfaatkan waktu berharga di luar ruangan, serta menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan olahraga ini menyadarkan kita untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang telah dihasilkan manusia. Lebih baiknya lagi, kita harus rethink sebagai konsumen agar meminimalisir jumlah sampah.

 

Penulis: Felita Sukanti, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan jurusan Kimia di Universitas Jember. Dapat ditemui melalui instagram @felita.nti.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.