Thu, 14 May 2026
Warta / Redaksi / May 14, 2026

Fakultas Psikologi UNM dan UPTD PPA Makassar Kampanyekan Siri’ Na Pacce Cegah Agresivitas Remaja

Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar dan SMP Negeri 20 Makassar sukses menyelenggarakan "Festival Budaya". Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) ini mengangkat tema utama "Revitalisasi Nilai Siri' Na Pacce Untuk Menurunkan Tingkat Agresivitas Pada Remaja".

Penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari implementasi praktis Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Psikologi Budaya. Melalui pendekatan kearifan lokal, kegiatan ini berupaya menjawab tantangan perilaku agresif di kalangan remaja dengan menghidupkan kembali pemahaman mendalam tentang nilai Siri’ Na Pacce.

Dosen pengampu mata kuliah Psikologi Budaya, Muhrajan Piara, S.Psi., M.Sc., turut hadir langsung memantau proses pelaksanaan kegiatan. Kehadiran beliau memastikan bahwa setiap intervensi psikoedukasi yang diberikan mahasiswa kepada siswa SMPN 20 Makassar berjalan sesuai dengan landasan teoretis dan metodologi yang tepat.

Rangkaian program dalam festival ini meliputi rekonstruksi nilai Siri’ Na Pacce melalui psikoedukasi interaktif, penguatan regulasi diri, hingga kampanye Taro Ada Taro Gau. Selain itu, siswa diajak mengeksplorasi permainan tradisional untuk mengasah keterampilan psikososial dan menerapkan nilai Sipakatau sebagai upaya preventif terhadap perundungan (bullying) di sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 20 Makassar menyatakan bahwa pengangkatan tema ini sangat tepat sasaran.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Dengan merevitalisasi nilai Siri’ Na Pacce, siswa diajak untuk tidak hanya memiliki harga diri, tetapi juga empati, sehingga mereka dapat menghindari perilaku agresif dan lebih menghargai sesama,” ujarnya.

Respon Positif dari Siswa 

Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Nabila, siswa kelas 8E, menceritakan pengalamannya memahami makna Siri’ Na Pacce dengan cara yang lebih menyenangkan.

"Lewat permainan dan diskusi ini, saya jadi lebih paham bahwa menjaga harga diri bukan berarti harus dengan kekerasan, tapi dengan tanggung jawab dan perilaku yang baik," tuturnya.

Adel, rekan sekelas Nabila, juga menambahkan bahwa kegiatan ini membantunya memahami cara mengontrol emosi.

"Penjelasan dari kakak-kakak mahasiswa membuat kami sadar bahwa nilai budaya kita mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang berprinsip namun tetap santun," tambahnya.

Festival Budaya ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan mental remaja berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam upaya perlindungan anak di Kota Makassar.

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.