Fakultas Psikologi UNM dan UPTD PPA Makassar Kampanyekan Siri’ Na Pacce Cegah Agresivitas Remaja
Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM)
berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan
Anak (UPTD PPA) Kota Makassar dan SMP Negeri 20 Makassar sukses
menyelenggarakan "Festival Budaya". Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) ini mengangkat tema
utama "Revitalisasi Nilai Siri' Na Pacce Untuk Menurunkan Tingkat
Agresivitas Pada Remaja".
Penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari
implementasi praktis Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Psikologi
Budaya. Melalui pendekatan kearifan lokal, kegiatan ini berupaya menjawab
tantangan perilaku agresif di kalangan remaja dengan menghidupkan kembali
pemahaman mendalam tentang nilai Siri’ Na Pacce.
Dosen pengampu mata kuliah Psikologi Budaya, Muhrajan Piara,
S.Psi., M.Sc., turut hadir langsung memantau proses pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran beliau memastikan bahwa setiap intervensi psikoedukasi yang diberikan
mahasiswa kepada siswa SMPN 20 Makassar berjalan sesuai dengan landasan
teoretis dan metodologi yang tepat.
Rangkaian program dalam festival ini meliputi rekonstruksi
nilai Siri’ Na Pacce melalui psikoedukasi interaktif, penguatan regulasi
diri, hingga kampanye Taro Ada Taro Gau. Selain itu, siswa diajak
mengeksplorasi permainan tradisional untuk mengasah keterampilan psikososial
dan menerapkan nilai Sipakatau sebagai upaya preventif terhadap
perundungan (bullying) di sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 20 Makassar
menyatakan bahwa pengangkatan tema ini sangat tepat sasaran.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat
ini. Dengan merevitalisasi nilai Siri’ Na Pacce, siswa diajak untuk
tidak hanya memiliki harga diri, tetapi juga empati, sehingga mereka dapat
menghindari perilaku agresif dan lebih menghargai sesama,” ujarnya.
Respon Positif dari Siswa
Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam
mengikuti setiap sesi. Nabila, siswa kelas 8E, menceritakan pengalamannya
memahami makna Siri’ Na Pacce dengan cara yang lebih menyenangkan.
"Lewat permainan dan diskusi ini, saya jadi lebih paham bahwa menjaga
harga diri bukan berarti harus dengan kekerasan, tapi dengan tanggung jawab dan
perilaku yang baik," tuturnya.
Adel, rekan sekelas Nabila, juga menambahkan bahwa kegiatan
ini membantunya memahami cara mengontrol emosi.
"Penjelasan dari
kakak-kakak mahasiswa membuat kami sadar bahwa nilai budaya kita mengajarkan
kita untuk menjadi pribadi yang berprinsip namun tetap santun," tambahnya.
Festival Budaya ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam
membangun ketahanan mental remaja berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat
sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam upaya perlindungan
anak di Kota Makassar.